Pengendalian Pencemaran Air – Program pengendalian pencemaran air

Program pengendalian pencemaran air merupakan tools atau alat atau instrumen yang dikembangkan untuk mengintegrasikan setiap kegiatan menjadi satu kesatuan instrumen yang digunakan untuk mempercepat proses penaatan, penurunan beban pencemaran air, dan/ atau mutu air sasaran yang telah ditetapkan. Beberapa program pengendalian pencemaran air yang telah dikembangkan baik dalam skala nasional maupun dalam lingkup skala provinsi atau kabupaten/ kota antara lain:

1). PROKASIH
Program Kali Bersih (PROKASIH) merupakan

nama paket program dalam rangka pengendalian pencemaran air sungai yang pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota.
PROKASIH dilakukan untuk meningkatkan kualitas air sungai dengan cara mengurangi jumlah beban pencemaran (pollution load) yang masuk ke sungai, antara lain melalui kegiatan yang mendorong penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan untuk mentaati peraturan perundangundangan.

Pelaksanaan kegiatan PROKASIH ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-35/MENLH/VII/1995 tentang Program Kali Bersih yang disyahkan pada tanggal 25 Juli 1995.
Sedangkan PROKASIH Terpadu yang pelaksanaan diawali dengan pengembangan Pilot Project di Kota Banjarmasin dan beberapa kota terpilih berikutnya merupakan kegiatan pengendalian pencemaran air yang dilaksanakan secara terpadu, tersistem, dan berbasis kepada kewilayahan. Dinamakan terpadu karena terdiri dari 3 (tiga) aspek sasaran kegiatan yaitu penurunan beban pencemaran, penguatan kapasitas pemerintah daerah, dan peningkatan peran aktif masyarakat dan stakeholder lainnya dalam pengendalian pencemaran air. Penurunan beban pencemaran air tidak hanya dilakukan terhadap beban pencemar sumber institusi (point source) tetapi juga untuk non point source seperti potensi pencemaran dari kegiatan pertanian, peternakan dan usaha skala kecil dan kerajinan rakyat serta kegiatan domestik. Kegiatan penurunan beban tersebut dilakukan dengan beberapa kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi dan pembinaan, pembangunan sarana dan prasarana pendukung, serta pengawasan penaatan.

2). PROPER

Program peningkatan penaatan dari sumber institusi terhadap persyaratan di dalam peraturan perundang-undangan, baku mutu dan/atau perizinan lingkungan termasuk pengendalian pencemaran air melalui instrumen insentif dan disinsentif publikasi. Publikasi status penaatan sumber institusi ke media masa dapat menjadi insentif bila sumber institusi yang bersangkutan pada kondisi yang baik yaitu taat atau lebih dari taat (beyond compliance). Sedangkan publikasi status penaatan akan menjadi disinsentif apabila sumber institusi pada kondisi yang tidak baik atau tidak taat.
PROPER diterapkan untuk sumber institusi berskala berdampak penting, wajib AMDAL, orientasi produksi berskala ekspor dan terdaftar dalam bursa efek.
Efektifitas program ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain kesadaran konsumen terhadap sustainble consumption dan production yang mendorongnya memilih produk-produk berwawasan lingkungan dan/atau dihasilkan melalui proses yang berwawasan lingkungan. Faktor lain yang dapat mempengaruhi efektifitas PROPER adalah mekanisme perbankan yang menggunakan hasil peringkat PROPER sebagai salah satu kriteria penetapan persetujuan permohonan kredit investasi.

3). SUPERKASIH
Program SUPERKASIH ini merupakan program yang dikembangkan untuk meningkatkan penaatan dan penurunan beban pencemaran air dari sumber institusi (point source) melalui penandatanganan komitment untuk perbaikan kinerja pengendalian pencemaran air dalam jangka waktu tertentu untuk sumber institusi yang diketahui/dinyatakan belum mentaati persyaratan peraturan perundang-undangan, standar, baku mutu dalam pengendalian pencemaran air. Komitmen ini ditandatangani oleh pihak penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan Pemerintah. Pasca penandatanganan komitmen ini, secara simultan pemerintah/pemerintah daerah setempat melakukan pembinaan dan pemantauan perbaikan kinerja dan pemenuhan komitmen yang disepakati. Tingkat efektifitas program ini dalam mendorong penaatan dan penurunan beban pencemaran air dipengaruhi oleh penetapan waktu pemenuhan komitmen yang realistis berbasis pada teknis operasional pelaksanaan di lapangan, intensitas pembinaan dan pengawasan, serta penerapan sanksi kepada penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan dari sumber institusi apabila diketahui tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati. Apabila ketiga aspek tersebut tidak dilaksanakan secara tepat, maka program ini akan menjadi kurang efektif dalam penurunan beban pencemaran air.

4). SUPERKELOLA
Pada prinsipnya Program SUPERKELOLA ini sama dengan Program SUPERKASIH, namun aspek perbaikan kinerja yang dicakup meliputi pengendalian pencemaran air, udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) serta pengelolaan limbah padat non LB3. Pencakupan berbagai aspek pengelolaan lingkungan ini dimaksudkan untuk mengefesienkan pelaksanaan pengawasan penaatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: