IZIN PENYIMPANAN LIMBAH B3 BAGIAN 3 PERSYARATAN PERMOHONAN IZIN PENYIMPANAN LIMBAH B3

IZIN PENYIMPANAN LIMBAH B3 ATAU IZIN BANGUNAN TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3 (BANGUNAN TPS LB3/ BANGUNAN TPS LIMBAH B3)

Persyaratan Permohonan Izin Penyimpanan Limbah B3 telah diatur di dalam Pasal 12 Ayat (6) PP Limbah B3. Persyaratan izin untuk kegiatan penyimpanan meliputi:
a. identitas pemohon;
b. akta pendirian badan usaha;
c. nama, sumber, karakteristik, dan jumlah Limbah B3 yang akan disimpan;
d. dokumen yang menjelaskan tentang tempat Penyimpanan Limbah B3;
e. dokumen yang menjelaskan tentang pengemasan Limbah B3; dan
f. dokumen lain sesuai peraturan perundang-undangan.
Namun, terdapat pengecualian, sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 12 Ayat (7), yakni : “Persyaratan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dikecualikan bagi permohonan izin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan Penyimpanan Limbah B3 kategori 2 dari sumber spesifik khusus”.

Secara umum persyaratan lainnya untuk mengajukan permohonan izin penyimpanan Limbah B3 secara implisit telah diatur dalam Lampiran I dan Lampiran II PerMen LH No. 30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun oleh Pemerintah Daerah tentang Formulir Permohonan Izin Pengumpulan dan/ atau Penyimpanan Limbah B3.

(DOWNLOAD GRATIS Lampiran I FORMULIR dan Lampiran II PERSYARATAN PerMen LH No. 30 Tahun 2009)

Selain itu beberapa ketentuan juga diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal No. 255/ BAPEDAL/ 08/ 1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas.

Beberapa persyaratan untuk mengajukan permohonan izin, antara lain :
• Identitas penyimpanan limbah B3. Meliputi nama badan usaha/ institusi, alamat usaha dan alamat kantor, kontak nomor telepon/ faximile serta email, dan bidang usaha atau jenis kegiatan jenis industri atau jasa atau kegiatan, nama penanggung jawab kegiatan yang secara umum bisa dilihat dalam Peraturan menteri lingkungan hidup tentang Jenis Kegiatan Yang Wajib AMDAL/ UKL-UPL.
• Akta pendirian badan usaha. (Bagaimana bentuk akta perusahaan yang telah berganti nama atau perusahaan yang beralih kepemilikan)
• Nama Limbah B3 dapat mengacu dalam Lampiran PP Limbah B3. Adakalanya, beberapa nama limbah B3 yang dikenal masyarakat memiliki kata baku yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Contohnya sebutan oli bekas dalam PP Limbah B3 adalah Minyak Pelumas Bekas.
• Sumber limbah B3 yang dapat dijelaskan dalam paparan Proses Produksi kegiatan usaha. Misalnya, oli dan aki bekas dihasilkan dari operasional kendaraan dinas atau kendaraan kantor. Kemudian lampu TL digunakan untuk penerangan/ pencahayaan ruangan, atau bangunan dan gedung.
• Kemudian jenis, karakteristik atau kategori LIMBAH B3, juga diatur dalam Lampiran I PP Limbah B3, yang telah membagi limbah B3 berdasarkan LIMBAH B3 Kategori bahaya 1 dan 2, serta LB 3 sumber tidak spesifik dan LIMBAH B3 sumber spesifik (spesifik Khusus dan spesifik umum).
• Pengemasan atau pewadahan penyimpanan limbah B3. Biasanya disesuaikan dengan jenis dan karakteristik limbah B3 yang disimpan. Misalnya limbah B3 berupa oli bekas disimpan dalam kemasan drum.
• Tata letak penempatan atau penyimpanan limbah B3 yang disimpan dalam lokasi atau bangunan TPS limbah B3. Misalnya untuk tata penempatan limbah b3 berupa oli bekas, telah diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal No. 255/ BAPEDAL/ 08/ 1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas.
• Tempat Penyimpanan Limbah B3/ desain konstruksi bangunan TPS Limbah B3. Hal ini juga dapat berpedoman pada Misalnya untuk tata penempatan limbah B3 berupa oli bekas, telah diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal No. 255/ BAPEDAL/ 08/ 1996.
• Lay out dan penjelasan kegiatan penyimpanan/ pengumpulan Limbah B3.
• Tata letak saluran drainase bangunan TPS limbah B3.
• Lay Out lokasi bangunan penyimpanan limbah B3. Hal ini harus memperhatikan tentang ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, seperti lokasi harus bebas banjir, tidak dekat dengan pemukiman atau fasilitas umum, dll.
• Ruang lingkup area pengumpulan dan penyimpanan limbah B3.
• Fasilitas tanggap darurat, seperti APAR atau kolam penampungan tumpahan darurat untuk Limbah B3 berbentuk cair.

Issue : Masa Berlaku Izin Penyimpanan adalah 5 TAHUN.
Pasal 21 Ayat (1) Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan Penyimpanan Limbah B3 yang diterbitkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (3) huruf a berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.
Pasal 13 Ayat (1) permenlh no 30/ 2009, “Izin penyimpanan dan/atau pengumpulan limbah B3 berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: