IZIN PENYIMPANAN LIMBAH B3 BAGIAN 2 ANCAMAN PIDANA ATAU AKIBAT HUKUM

ANCAMAN PIDANA IZIN PENYIMPANAN LIMBAH B3 ATAU IZIN BANGUNAN TEMPAT PENYIMPANAN LIMBAH B3

Ancaman Pidana Akibat Tidak Memiliki izin limbah B3 diatur dalam Pasal 102, yang berbunyi “Setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”.

Kewajiban memiliki izin penyimpanan limbah B3 secara imsplisit diatur dalam Pasal Pasal 59 Ayat (4) UUPPLH, yang berbunyi : “Pengelolaan limbah B3 wajib mendapat izin dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya”.

Ancaman pidana tersebut tentu berlaku bagi setiap orang, terhadap setiap orang penghasil limbah B3 yang wajib memiliki izin penyimpanan limbah B3. Baik pengelola gedung pemerintahan daerah, gedung kepolisian atau gedung kementerian, puskesmas atau rumah sakit serta kegiatan usaha industri yang semuanya menghasilkan limbah B3 seperti Lampu TL, oli dan aki bekas dari kendaraan dinas atau generator listrik, yang wajib melakukan penyimpanan limbah B3 WAJIB memiliki izin TPS Limbah B3.
Ancaman pidana tersebut BUKAN hanya berlaku bagi kegiatan usaha, seperti pembangkit listrik milik swasta atau BUMN seperti PLN, Pertamina, pelindo dll.

Ancaman pidana BUKAN hanya berlaku bagi kegiatan usaha perkebunan atau kegiatan usaha industri, baik Pabrik penggilingan padi atau pabrik karet dan sawit milik BUMN seperti PTPN, atau pabrik milik swasta saja.
Ancaman PIDANA tersebut juga berlaku terhadap kantor-kantor pemerintahan, termasuk kantor dinas lingkungan hidup atau kantor kejaksaaan dan kantor kepolisian, yang menghasilkan limbah b3 berupa oli bekas dan aki bekas dari kendaraan dinasnya, atau lampu TL bekas dari kegiatan penerangan gedungnya, atau bekas kemasan tinta dari kegiatan printer, seharusnya memiliki izin TPS limbah B3. Jika tidak, maka penanggung jawab kantor tersebut dapat dikenakan PIDANA…. yah itu, kalo aparat penegak hukum MEMILIKI KEMAUAN untuk menegakkan hukum sih…

Maka sebaiknya, bagi penanggung jawab institusi pendidikan dan kesehatan, seerti rumah sakit atau sekolahan, atau UNIVERSITAS dan FAKULTAS-FAKULTAS HUKUM pada khususnya, yang mengerti HUKUM, yang selama ini menghasilkan limbah b3 berupa oli bekas dan aki bekas dari kendaraan dinasnya, atau lampu TL bekas dari kegiatan penerangan gedungnya, atau bekas kemasan tinta dari kegiatan printer. Seharusnya penanggung jawabnya mengetahui adanya aturan hukum, tentang kewajiban memiliki izin TPS limbah B3. Bukan hanya pura-pura gak tau…lantas Cuma bisa buat aturan hukum semata… tanpa peduli pelaksanaan aturan hukum yang selama ini SEOLAH HANYA berlaku atau SEOLAH HANYA diterapkan bagi kalangan dunia usaha semata.

Sebab, dalam pelaksanaannya, aturan hukum yang ada memiliki banyak kendala, terutama terkait KORUPSI yang menyulitkan keluarnya IZIN. Atau karena mahalnya biaya pengolahan Limbah B3.
Tanpa adanya pembinaan atau pendidikan yang memadai, seperti penyediaan fasilitas pengolahan Limbah B3 di seluruh provinsi, sebagaimana penyediaan pusat pengolahan LB3 (PLI) yang dibangun sebelum dikeluarkannya Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan LB3 pada tahun 1980-an… yang sekarang gak jelas keberadaannya… maka perizinan atau pengelolaan limbah B3 tidak akan terwujud secara efisien dan efektif…

Kalau begini terus, sudah tidak efesien ada applicable serta hanya kalangan dunia usaha yang dibebankan, tentu bisa mengakibatkan terhadap KETIDAKPERCAYAAN terhadap ATURAN HUKUM. Buang limbah B3 ente sembarangan aja deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: