Pengelolaan Hutan dan Masyarakat Adat

Baca koran hari Jum’at tanggal 9 Maret 2012

Aspirasi masyarakat khususnya masyarakat miskin, bodoh serta masyarakat adat di Indonesia selalu diabaikan oleh aparat pemerintah. Penguasaan dan Pengelolaan sumber daya alam (SDA) oleh pemerintah Indonesia. cenderung berpihak kepada pengusaha.

Pemerintah bersama perusahaan bekerjasama untuk mengambil alih lahan masyarakat petani Indonesia. Para penguasa dengan leluasa mengeluarkan berbagai bentuk perizinan dengan timbal balik rente-rente yang -terpaksa atau tidak terpaksa- diberikan oleh perusahaan. Rente yang diperoleh dari tindak korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) disinyalir menjadi factor utama diabaikannya aspirasi masyarakat. Sementara di lain sisi, perusahaahn yang tergiur akan keuntungan dari pengelolaan SDA kemudian bagaikan “gayung bersambut” yang segera mendapat persetujuan atau perizinan dari pemerintah dengan berbagai jenis alasan terkait usaha pembangunan.

Salah satu bukti yang menunjukkan hal tersebut adalah diabaikannya aspirasi penolakan perkebunan sawit oleh Masyarakat adat Dayak Tamambalo dan Dayak Iban di Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Peryataan ketua forum komunikasi masyarakat adat Dayak Tamambalo Marcelina Lis, bahwa pihaknya telah menyampaikan penolakan investasi perkebunan sawit sejak setahun yang lalu (2001). Namun, pihakl perusahaan tetap melakukan sosialisasi (maret 2012) dan berupaya mengambil alih lahan milik warga.

Izin lokasi yang terlanjur dikeluarkan seolah sudah menjadi harga mati sehingga pengambil alihan lahan milik masyarakat terus dilaksanakan. Pemerintah daerah hanya berkilah, bahwa perussahaan hanya boleh mengambil alih lahan warga apabila ada persetujuan dari warga.

Padahal, tingkat pendidikan bangsa Indonesia yang hanya bagus di bibir penguasa saja menjadi factor utama timbulnya persepsi masyarakat bahwa, Izin Lokasi yang “dijual” oleh PENGUASA kepada Pengusaha, seolah “memberikan paksaaan” kepada masyarakat yang BODOh untuk melepaskan hak-hak tanah yang dimilikinya. masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: