Pemerintah Yang Sangat Hobi Memohon atau Meminta pada Pengusaha

Pemerintah di Negara Indonesia Memiliki kegemaran Meminta-minta atau Memohon….kadang meminta sumbangan, Sumbangan biaya operasional Kepolisian yang Jumlahnya Miliaran misalnya. Ada juga Meminta Sumbangan -Kayak Pengemis- kepada pengusaha Agar diberikan Gerobak Sampah…Ya Ampun Najis Dehhh
Anehnya sekaligus menyedihkan, Para pengemis di Jalanan, malahan dipenjara apabila meminta-minta. Si pemberi sumbangan juga akan dipenjara puLa. Lha kalo Pemerintah Meminta Sumbangan berupa Gerobak Sampah, kok dibiarkan saja….Emang Pada Kayak Sampah Negeri ini….Wajar Saja kalau di negara Indonesia, sampah tidak akan mungkin HiLang…apalagi Sampah-sampah memakai seragam….Sampah Lu Pade!!!!

Contoh kasus Permohonan pemerintah kepada pengusaha….
Perusahaan diminta tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup
Kamis, 5 Januari 2012 05:44 WIB | 1792 Views-Antara News_Warta Bumi-

Koba, Bangka Tengah (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Bangka Belitung, minta seluruh perusahaan di daerah itu meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup.

“Selama ini kepedulian setiap perusahaan terhadap lingkungan di daerah tersebut sudah cukup baik, namun ke depannya diminta agar ditingkatkan lagi,” ujar Kepala kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah, Aderi AR, di Koba, Rabu.

Menurut dia, kepedulian perusahaan salah satunya dengan mengalokasikan dana kesejahteraan sosial atau (CSR) lebih besar dibandingkan sebelumnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan hidup. Dana CSR yang telah dialokasikan setiap perusahaan dapat digunakan untuk penanaman pohon, pembersihan lingkungan seperti pantai, sungai dan lainnya sehingga lebih asri dan sehat.

“Penanaman pohon dan pembersihan lingkungan adalah salah satu bentuk upaya mengembalikan keasrian lingkungan hidup yang saat ini telah banyak rusak karena aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut seperti penambangan bijih timah dan lainnya,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan yang terdapat di kabupaten Bangka Tengah diantaranya PT Swarna Nusa Sentosa (SNS), PT Koba Tin, PT Timah Tbk, Bank Sumsel Babel cabang Bangka Tengah, Bank Mandiri, Bank BRI, perusahaan sarang burung walet dan lainnya.

Ia menjelaskan, beberapa kegiatan sosial di bidang lingkungan yang telah dilakukan perusahaan di daerah itu selama 2011, di antaranya penanaman berbagai jenis pohon seperti pohon jabon, mahoni, trembesi dan lainnya untuk memperbaiki lingkungan yang telah rusak.

Ia mencontohkan, kegiatan penanaman 1600 pohon jabon yang dilakukan Bank BRI cabang Kabupaten Bangka Tengah sebagai wujud kepedulian perusahaan tersebut terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Pada 2012, kami akan berupaya menjalin kerja sama dengan seluruh perusahaan agar lebih gencar lagi melakukan penanaman pohon terutama pada momen-momen besar seperti hari penanaman pohon, hari lingkungan hidup dan lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, hutan merupakan paru-paru dunia yang berfungsi untuk menyerap karbondioksida dari asap kendaraan, industri, kebakaran hutan dan lainnya sehingga udara yang dihirup manusia menjadi lebih sehat.
Untuk membentuk hutan tersebut, kata dia, dapat dilakukan dengan penanaman pepohonan di lokasi yang tepat agar tidak mengganggu proses perluasan wilayah, sehingga tidak dirusak ketika melakukan pembangunan berbagai inprastruktur seperti bangunan, jalan dan lainnya.

“Penanaman dapat dilakukan di wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan hutan seperti hutan lindung dan lainnya, sehingga ketika ada pembangunan dan perluasan wilayah pohon yang telah ditanam tidak dibongkar,” ujarnya.

Ia mengatakan, kepedulian perusahaan yang telah memanfaatkan sumber daya alam khususnya di Kabupaten Bangka Tengah terhadap lingkungan hidup dapat menyelamatkan daerah itu dari kerusakan lingkungan yang semakin parah.

“Saya berharap dengan adanya kepedulian itu ke depannya setelah proses pertambangan timah dan sektor usaha lainnya berakhir lingkungan di daerah tersebut tetap sehat dan lestari sebagai warisan kepada generasi penerus,” ujarnya.

(KR-DSD/A027)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Sekalian minta semua koruptor mengaku, dan MINTA koruptor menyerahkan diri….Emang pada gak punya kaki, jadi malas mengecek dan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan nakal!!!yah “setorannya” kan sudah diterima, jadi pemerintah biar tampak bekerja, cuma bisa Minta….minta…..minta…..

Pabrik jangan gunakan pipa pembuangan rahasia
Senin, 26 Desember 2011

Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) – Limbah yang tidak diolah kembali secara baik bisa berbahaya. Semua pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, diminta tidak mengunakan pipa pembuangan rahasia untuk membuang limbah ke sungai.

Kami minta semua pihak perusahaan terbuka dan tidak mengunakan pipa pembuangan rahasia untuk membuang limbahnya. Jika itu dilakukan maka akan ada tindakan tegas,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Bambang Afriadi, di Mukomuko, Senin.

Hal ini disampaikan oleh Bambang menindaklanjuti laporan dan keluhan dari masyarakat setempat terkait banyaknya sungai di daerah itu tercemar akibat limbah pabrik minyak kelapa sawit (PMKS).

Menurut laporan yang diterima oleh wakil rakyat itu, pipa rahasia atau lebih dikenal pipa “siluman” digunakan oleh pabrik ketika hari hujan, saat limbah meluap dan tidak tertampung lagi oleh kolamnya.

“Karena limbah itu melimpah diduga saat ini limbah dibuang ke sungai,” ujarnya menerangkan.

Ia mengatakan, lembaga itu dalam waktu dekat secara bertahap akan turun dan mengecek semua kolam limbah perusahaan untuk memastikan tidak ada pipa “siluman” itu.

“Kami akan cek sendiri dengan rekan DPRD lainnya, agar perusahaan tidak mengunakan pipa rahasia,” ujarnya lagi.

Sementara itu Kuasa Direksi PT Karya Sgai awitindo Mas (KSM) A. Karim Batubara mengatakan, pihaknya akan terbuka dengan pemerintah setempat terkait keberadaan kolam limbah milik perusahaan itu.

Silahkan cek sendiri, karena kami tidak pernah mengunakan pipa rahasia,” ujarnya menjelaskan.

Namun begitu, pihaknya, tetap membuang limbah ke sungai, setelah melalui proses penyaringan pada kolam terakhir.

“Kalau limbah pada kolam terakhir tetap dibuang di sungai, namun airnya sudah aman saat dibuang ke sungai. Jika dilarang seharusnya ada solusi dari pemerintah setempat, karena secara aturan tidak ada larangan membuang ke sungai sepanjang aman dan tidak mencemari,” tuturnya. (ANT)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2011

Iklan

1 Response so far »

  1. 1

    sudah menjadi adat istiadat..
    thanks,,lam kenal


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: