PROPER – BAG II

Berbagai perusahaan di Indonesia sejatinya telah melaksanakan Proper sebagaimana yang ditetapkan. Jutaan bahkan ratusan juta keluar dari kas perusahaan untuk menjalankan aktifitas proper yang sifatnya “katanya” sukarela.

Ironisnya lagi, untuk memenuhi berbagai ketentuan Proper, tak jarang berbagai perusahaan (bag pelaksana) malahan dimanfaatkan oleh oknum-oknum, khususnya dari institusi pemerintah dikenai biaya PUNGLI.

Pungli mulai dari yang kecil seperti biaya “sekedar uang makan atau rokok” para pelaksana tugas dari institusi pemerintah serta Pungli ukuran besar “berupa upeti sukarela” kepada para kepala daerah.

Kalau ada yang minta bukti ke saya…yah saya gak ada. Anda cari sendiri!. Sebab saya tidak dibayar oleh negara untuk melaksanakan tugas seperti itu. Lebih tepatnya anda tanya sama para pegawai sialan yang digaji oleh Negara tanpa kinerja yang memuaskan. seperti para Penegak hukum dan PNS yang suka makan gaji buta GETOHHH.

Sialnya bagi kalangan dunia usaha, mereka dihadapkan pada kondisi Proper yang “abu-abu”. Tidak dilaksanakan dijatuhkan dan nantinya sangat mudah untuk “dipersulit” sementara di lain sisi kalau dijalankan tentu saja lebih banyak Mudharatnya daripada manfaatnya.

Buat teman teman semua,mohon bantuannya… sebenarnya adakah yang tahu keuntungan konkrit/ nyata bagi suatu perusahaan yang menjalankan proper sebagaimana mestinya…Mohon dishare yahhh….

Sebab instrumen Proper termasuk mekanisme insentif dan disinsentif. Tapi kok kenyataanya cuma jadi ajang cari duit para pegawai negara yang bajingan itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: