Komersialisasi Kebun Binatang dan Kesejahteraan Satwa

Selama ini aspek komersialisasi selalu saja menjadi latar belakang berdirinya kebun binatang yang ada di Indonesia. Sedangkan aspek konservasi hewan dan ilmu pengetahun yang seharusnya menjadi landasan utama pembangunan, selalu diposisikan sebagai pendukung komersialisasi kebun binatang.

Akibatnya, sebagian besar kebun binatang yang tidak ekonomis karena sepinya pengunjung yang datang, terkadang menafikkan kesejahteraan hewan-hewan yang ada dalam penanggkaran.

Kesejahteraan hewan (sistem perawatan satwa yang meliputi perkandangan, nutrisi atau pakan, kesehatan, serta reproduksi , dan sebagainya) dalam penangkaran di kebun binatang atau tempat konservasi lainnya harus merujuk pada lima unsur kebebasan satwa yang diatur Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) dan World Society for the Protection of Animals (WSPA).

1. Hewan harus bebas dari rasa lapar dan haus.
2. Hewan harus bebas dari ketidaknyamanan atau penyiksaan fisik.
3. Hewan harus bebas dari rasa sakit, nyeri, dan penyakit. Kegiatan ini mencakup upaya pencegahan dan pengobatan penyakit yang menimpa hewan)
4. Hewan harus bebas dari rasa takut dan tertekan atau stres.
5. Hewan harus bebas untuk mengekspresikan tingkah laku alami mereka.

Sumber. Media Indonesia, “Menjamin Kesejahteraan Satwa”, 12 Juni 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: