Mengkaji Pembangunan Kolam Lumba-Lumba di UGM

pertengahan tahun 2010, Universitas Gadjah Mada (Fakultas Kedokteran Hewan UGM) Yogyakarta dan PT Wersut Seguni Indonesia menandatangani kerjasama untuk membangun Kolam Lumba-Lumba di Kawasan UGM. Kemudian dalam perjalanannya timbul penolakan oleh kalangan mahasiswa UGM serta pemerhati binatang.

Menurut berita yang ada, pembangunan Kolam Lumba-Lumba dimaksudkan untuk meningkatkan konservasi dan kesehatan pada lumba-lumba. Kerjasama ini juga untuk penelitian gen, penangkaran, dan untuk mengembangkan jenis dengan perkawinan silang antarspesies.

Selain itu, pembangunan kolam lumba-lumba tersebut rencananya juga dikembangkan untuk obyek wisata pantai dan kesehatan dengan lumba-lumba yang berada dalam perawatan tersebut. Melalui program Berenang dengan Lumba-lumba untuk Kesenangan dan Kesehatan , masyarakat dapat berenang dengan lumba-lumba selama satu jam. Program kesehatan ini menunjukkan hasil meredakan pada kelainan dan ketegangan saraf seperti autisme, stres, dan hiperaktif.

Rektor UGM Sudjarwadi mengatakan, penelitian pada lumba-lumba bisa menjadi penelitian unik yang mengangkat nama Indonesia di tingkat dunia. Hal ini mengingat sejumlah lumba-lumba merupakan spesies asli Indonesia yang sulit ditemukan di perairan lain.

Menurut Dwi (Tim Medis PT WSI), perairan Indonesia sangat kaya akan lumba-lumba. Tercatat sekitar 13 spesies lumba-lumba asli perairan Indonesia. Salah satunya adalah lumba-lumbat air tawar di Kalimantan yang dikenal dengan nama pesut. Perairan Indonesia juga dilintasi sekitar 30-an spesies lumba-lumba yang bermigrasi secara rutin.

Dekan FKH UGM Bambang Sumiarto menuturkan, FKH UGM berencana memperdalam penelitian pada mamalia laut. Untuk itu, UGM tengah merencanakan pembangunan kolam lumba-lumba di kawasan kampus. Pembangunan direncanakan sekitar Bulan September.

Sayangnya, semua yang dipublikasikan oleh pihak kampus UGM hanyalah sebatas dampak positif pembangunan kolam lumba-lumba. Sedangkan dampak negatif pembangunan kolam tersebut, tidak pernah dipublikasikan oleh pihak kampus. Padahal, setiap upaya kegiatan oleh manusia selalu diiringi dengan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, khususnya dampak negatif bagi satwa lumba-lumba.

Ketertutupan pihak UGM tentu saja akan menimbulkan segudang pertanyaan!. Misalnya, Mengapa penelitian harus dilaksanakan di Kolam buatan?, Apakah penelitian di lautu lepas tidak dimungkinkan?; bagaimanakah dampak negatif terhadap penempatan lumba-lumba di kolam?; bagaimanakah dampak positifnya; serta berbagai pertanyaan lainnya.

Tertutupnya UGM tentu dapat menjadi indikasi adanya “udang di balik batu”. Akibatnya, saya pribadi jadi tidak dapat membuat kajian tentang lumba-lumba. Lha gmana, wong saya orang hukum kok….(ayo dong anak UGM, tekan rektorat buka hasil kajian milik uGM)

Sebagai institusi pendidikan, selayaknya UGM juga mempublikasikan kajian secara keseluruhan, baik dampak positif maupun dampak negatif pembangunan tersebut. Sehingga mahasiswa dan masyarakat dapat turut serta memberikan penilaiannya. Hal tersebut terutama, untuk menghindari dan meminimalisir adanya penolakan dari para mahasiswanya.

Transparansi dari pihak kampus UGM adalah wujud pemenuhan hak untuk berperan serta bagi segenap civitas akademikanya (mahasiswa). Sebagai pihak yang telah membayar “MAHAL” untuk memperoleh pendidikan di UGM, tentunya mahasiswa memiliki hak berperan serta dalam pembangunan di UGM.

Selain itu, transparansi adalah sarana mewujudkan sebuah pembelajaran berdemokrasi bagi civitas akademika UGM dan juga bagi masyarakat.

Sebagai institusi pendidikan, sepatutnya UGM memberikan akses yang sebesar-besarnya bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berperan serta.

Peran serta mahasiswa dan masyarakat tentu tidaklah hanya berdampak negatif atau menghambat rencana pembangunan kolam lumba-lumba. Sebaliknya, peran serta tersebut memiliki potensi, menghasilkan berbagai terobosan pemikiran, dalam rangka membangun pendidikan di UGM pada khususnya serta Indonesia dan Dunia pada umumnya.

Harapannya, akan mewujudkan suatu rencana yang terbaik dari yang terbaik. Dampaknya, fasilitas pendidikan tersebut akan mampu berdaya guna dan berfaedah bagi civitas akademika UGM dan juga bagi masyarakat.

Sumber
Penelitian Lumba-Lumba Akan Ditingkatkan. Kompas 27 April 2010
UGM Tingkatkan Penelitian tentang Lumba-Lumba. Kompas 28 April 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: