Lahan Gambut dan Perubahan Iklim

Keberadaan lahan gambut di Indonesia selain memiliki berbagai potensi untuk dapat dimanfaatkan juga diiringi dengan resiko yang dapat merugikan apabila tidak dikelola secara baik. Salah satunya dampak negatifnya adalah sebagai penghasil emisi gas rumah kaca yang sangat besar.

Sebagai contoh, Proyek Pengembangan Lahan Gambut Sejuta Hektar (PPLG) yang dikembangkan pada tahun 1995 (Keppres No. 82 Tahun 1995 tentang Pengembangan Lahan Gambut Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kalimantan Tengah) oleh pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi serta memperkuat swasembada pangan Indonesia. Bukannya swasembada beras yang dicapai oleh Indonesia tetapi malah “swasembada asap” akibat kebakaran hutan yang terjadi di lahan gambut yang merugikan tidak hanya Indonesia tetapi seluruh dunia internasional akibat meningkatnya gas rumah kaca yang dihasilkannya.

Menurut Tejowiyono, salah satu penyebab utama kegagalan proyek tersebut yakni pada tahapan perencanaan. Proyek yang cenderung dilaksanakan dengan berpegang wewenang diskresi pemerintah ini, dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang terkesan buru-buru, tidak partisipatif, serta menyalahi prosedur yang seharusnya dilaksanakan.

Keberadaan AMDAL yang seharusnya menjadi acuan berjalan proyek tersebut dinafikkan dan baru terbentuk setelah proyek tersebut berjalan, merupakan salah satu cermin kebijakan yang tidak berdasar kepada prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Oleh sebab itu, dengan menyadari berbagai manfaat serta resiko yang dimilikinya, sudah selayaknya pengelolaan gambut di Indonesia harus dilaksanakan secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: