Perkembangan Permasalahan Lingkungan Hidup secara Global

Isu lingkungan hidup secara global mencuat ketika terjadinya kasus Minamata Disease akibat keracunan logam berat metilmercury (Hg), yang menyerang penduduk teluk Minamata, Jepang pada taun 1953 – 1959. Setelah Minamata, timbul kasus lingkungan, yang tidak kalah dahsyat dampaknya terhadap kesehatan manusia, yakni kasus itai-itai (aduh-aduh), akibat keracunan logam berat Cadmium (Cd).

Namun tonggak yang menggugah perhatian dunia, terutama di negara Amerika terhadap permasalahan lingkungan adalah, penerbitan novel berjudul Silent Spring, karangan Rachel Carson pada tahun 1962. Buku ini, memaparkan tentang, Musim Semi Yang Sepi, akibat terjadinya hujan asam yang dipicu oleh polusi kendaraan dan pabrik-pabrik. Selain itu, timbulnya permasalahan lingkunganakibat penggunaan Pestisida di bidang pertanian secara serampangan, yang mengakibatkan pencemaran dan perusakan ekosistem secara signifikan di seluruh dunia.

Puncak perhatian dunia terhadap permasalahan lingkungan hidup adalah, digelarnya Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia (United Nations Conference on the Human Environment) di Stockholm (Swedia) pada tanggal 5-16 juni 1972 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Konferensi ini diikuti oleh sekitar 113 negara termasuk Indonesia dan beberapa puluh negara peninjau, yang mencerminkan memuncaknya perhatian dunia terhadap masalah lingkungan. Pada konferensi tersebut, ditetapkan pula tanggal 5 juni sebagai “Hari Lingkungan Hidup Sedunia”.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: