Benih Gayus-isme di Provinsi Lampung 1

Pagi ini (tanggal 27 Oktober) saya membayar pajak kendaraan bermotor saya di Kantor pelayanan cabang Mal Kartini Lampung. Pembayaran tersebut memang berjalan dengan cepat, kurang lebih hanya berlangsung selama 3 menit saja.

Namun ada suatu keganjilan, sebab ketika dalam perjalanan pulang saya baru menyadari bahwa jumlah uang yang diminta oleh petugas berbeda dengan yang tertera di STNK. Perbedaanya adalah Rp. 4.000.

Ketika saya bertanya kepada seorang teman ia menjawab bahwa, “mungkin itu untuk uang pembelian plastik pembungkus STNK”.

Padahal saat pembayaran, petugas tidak pernah menawarkan kepada saya untuk membeli plastik atau tidak.

Lho, kenapa seolah saya didesak untuk membayar plastik STNK tanpa sepengetahuan saya. Seolah-olah penjualan plastik STNK tersebut adalah suatu kewajaran.

Coba dicermati, apakah hal tersebut merupakan salah satu benih-benih Gayus-isme yang nantinya semakin lama akan semakin besar, dan semakin merugikan masyarakat. Tindakan tersebut layak disamakan dengan tindakan Korupsi (Pemerasan oleh PNS) dan/ atau bentuk penyalahgunaan wewenang.

Bayangkan saja, apabila ada 10.000 orang pembaya pajak kendaraan bermotor, tentunya jumlahnya akan menjadi tidak wajar (Rp.40.000.000) sebagai wujud rasa terima kasih dan/ atau bentuk kesukarelaan liar lainnya.

Kebudaayaan “kotor” sebagaimana disebutkan, tidak dapat ditoleransi keberadaanya.

Sebelumnya, harapan saya apabila hal seperti ini diungkap, janganlah para penguasa berbalik menghimbau (mengembalikan kepada masyarakat) untuk tidak memberikan uang kepada para petugas terkait. Hal itu sama saja seolah memberikan legetimasi kepada aparaturnya, bahwa itu adalah suatu kewajaran.

Apabila pemerintah mau adil, maka pemerintah harus bertindak tegas, berupa peryataan yang menjamin bahwa berbagai pungutan/ biaya liar yang terjadi dibidang administrasi pemerintahan yang dilakukan oleh PNS akan dikenakan sanksi pemecatan.

Hal ini suatu kewajaran tentunya, mengingat tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa, yaitu korupsi

Kalau tidak, apabila pemerintah menganggap pentingnya penampilan Plastik pembungkus STNK, maka pemerintah dapat menetapkan berapa sesungguhnya harga plastik pembungkus STNK yang harus dibayar oleh masyarakat.

Bahkan bila perlu, pemerintah dapat menyeragamkan plastik, dan menulis harga sebenarnya di plastik stnk tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: