Kasus Hukum Lingkungan – Pencemaran Sungai Cikantor

Kronologis kasus (dirangkum dari berbagai sumber)

Pada awal agustus 2010 (07-08 agustus), ratusan warga Desa Sinar Harapan (Dusun Cikantor I dan Cikantor Jaya), Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung keracunan.

Dugaan penyebab keracunan tersebut adalah terjadinya pencemaran sungai Cikantor yang menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi 600 KK di Desa Sinar Harapan. Pencemaran tersebut diduga terkait dengan keberadaan kegiatan tambang emas yang berada di sekitar sungai Cikantor.

Menurut Deputi Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Imam Hendargo Abu Ismoyo menjelaskan, hasil penyelidikan tim KLH menyimpulkan, PT N diduga kuat melepaskan limbah sianida ke Sungai Cikantor.
Akibatnya, ratusan warga (lebih kurang 200 warga) tersebut mengalami muntah-muntah, pusing, nyeri, serta tenggorokan dan ulu hati panas setelah mengkomsumsi air dan ikan yang berasal dari sungai Cikantor. Selain itu, sekitar 18 pemilik kolam ikan, pemilik hewan seperti ayam, itik, dan hewan peliharaan lainnya ikut terkena dampak berupa kematian hewan-hewan peliharaannya.

Lebih lanjut kasus tersebut,
Menurut berita media pada tanggal 12 agustus 2010, Perusahaan tambang emas PT Napal Umbar Pincung (NUP) di Pesawaran, Lampung, siap memberikan ganti rugi serta bantuan pengobatan dan air bersih bagi para korban pencemaran logam berat di Desa Sinar Harapan.

Dalam Penjelasan PT Napal Umbal Pucung (NUP) melalui kuasa hukumnya Mawardi & Partners di media massa setempat, menjelaskan (rangkuman):
“Korban keracunan berjumlah 189 orang serta kerugian lain yang ditimbulkan dari tercemarnya sungai cikantor. Walaupun belum bisa dibuktikan secara yuridis bahwa klien kami yang melakukan pencemaran, namun sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan keperdulian dari klien kami, maka klien kami telah mengambil tindakan “PEMULIHAN” (Recovery)” dalam bentuk antara lain:
Tindakan medis kepada 200 (data Koran 189) warga dusun Cikantor Jaya II, desa sinar harapan, yang sakit kepala dan mual setelah mengkomsumsi ikan yang ditangkap di sungai cikantor.
Pemberian kompensasi berupa santunan warga dusun yang mengalami kerugiaan materiil, kepada 18 pemilik kolam ikan, serta warga yang hewan peliharaanya seperti ayam, itik, dan lainnya.
Penyediaan fasilitas air bersih. Klien kami sedang membangun fasilitas air bersih untuk 3 rukun tetangga (RT). sesuai dengan kesepakatn warga pada 11 agustus 2010.”

Sampai saat ini, para korban telah mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Namun, nampaknya penyebab, pihak yang bertanggung jawab, dan upaya hukum yang akan dilakukan (penegakan hukum lingkungan) terkait pencemaran sungai Cikantor tersebut, belum ada kejelasan.

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Sri Mulyani said,

    waahhh cb minta bantuan si ical, dia kan org lampung

  2. 2

    ASTON said,

    THANKS INFONA, SY SENDIRI ORG LAMPUNG MALAH GA TAU AD KASUS PENCEMARAN. OY BAGAIMANA PUTUSAN PENGADILAN TENTANG PENCEMARAN INI? THANKS ATAS JWBANNYA

    • 3

      sollcup said,

      sama-sama mas, thanks juga atas kunjungan dan commentny…
      setahu saya masih tidak jelas penyelesaiannya, terakhir sampai di pihak kepolisian aja mas… “kayaknya, ada gelagat pihak perusahaan X untuk mengarahkan, seolah kasus tersebut adalah kasus perdata sih”


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: