Archive for Juni, 2010

Selayang Permasalahan Sampah

Kegiatan manusia dalam upayanya memenuhi kebutuhan hidupnya selalu menghasilkan sampah atau barang sisa. Menurut pengertiannya, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (Ps. 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah/ UUPS). Sampah merupakan salah satu bagian/ sistem di dalam lingkungan hidup. Akibatnnya, sampah dapat mencemari udara, air, tanah, tanaman, hewan yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak negatif pada manusia secara langsung dan tak langsung. Oleh sebab itu maka harus dilaksanakan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.

Pencemaran paling umum terjadi di Indonesia ialah pencemaran limbah domestik, oleh karena luasnya daerah pencemaran dan besarnya korban. Karena itu penanggulangannya harus diberi prioritas utama. Akan tetapi umumnya masyarakat, pers, dan pemerintah lebih dulu memberikan perhatian pada limbah industri. Mungkin orang telah terbiasa dengan pencemaran oleh limbah domestik. Juga karena penanggulangan oleh limbah industri memberikan citra moderen. Misalnya penelitian terhadap limbah industri jauh lebih banyak daripada penelitian limbah domestik .

Pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dapat diartikan sebagai upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak negatif keberadaan sampah, baik pada generasi masa kini maupun pada generasi yang akan datang. Dampak negatif tersebut timbul apabila voume sampah yang ada di lingkungan hidup telah melebihi daya tampung lingkungan hidup , yang biasanya terjadi pada kondisi sampah yang menumpuk atau menggunung.

Volume sampah yang besar atau melebihi daya tampung lingkungan hidup dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan lingkungan hidup yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungannya, yaitu akibat terjadinya pencemaran, udara, air, dan tanah/ lahan. Sebagai gambaran, permasalahan lingkungan hidup yang ditimbulkan dari keberadaan sebuah TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) yakni, menjadi sumber penyebaran penyakit, timbulnya bau yang tidak sedap, tercemarnya tanah/ lahan oleh limbah cair sampah (pelindian), dan berbagai dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan lainnya.

Selain berdampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat, sampah juga masih dipandang sebagai barang sisa yang tidak berguna oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sebagian besar jenis sampah umumnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali serta apabila dikelola dengan baik maka tidak mengurangi keindahan/ estetika. Walaupun volume sampah yang dapat dimanfaatkan tentu tidak mungkin seluruhnya (zero waste), dikarenakan berbagai pertimbangan seperti efektivitas dan atau efisiensi ekonomi

Pandangan sampah sebagai barang sisa, mengakibatkan minimnya pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat. Pengolahan sampah oleh masyarakat dapat dilakukan antara lain melalui, proses pengomposan dan daur ulang. Proses pengomposan adalah proses merubah sampah organik menjadi pupuk organik melalui proses dekomposisi ilimiah yang berlangsung dalam kondisi aerobik maupun anaerobic (tanpa udara). Dalam proses pengomposan, dapat dihasilkan kompos dan juga energi. Sedangkan daur ulang adalah suatu usaha untuk memanfaatkan kembali bahan atau material yang sudah tidak dipakai lagi (sampah). Daur ulang merupakan teknik pengolahan sampah dengan cara memisahkan benda-benda bernilai ekonomis seperti kertas untuk repulping, logam untuk resmelting, gelas, karet, dan plastik (Hlm. 24).

Keengganan masyarakat mewujudkan suatu sistem pendekatan akhir/ hilir dalam pengelolaan sampah (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, dibuang, dan diangkut ke TPA. Minimnya pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat, menyebabkan volume sampah yang dibuang dan kemudian menumpuk di TPA, bahkan lama kelamaan menjadi semakin besar bahkan menggunung. Keadaan tersebut menimbulkan pelaksanaan pengelolaan sampah yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah semakin berat.

Permasalahan tersebut diperparah dengan minimnya kemampuan SDM dan anggaran dana pemerintah/ pemerintah daerah terkait sebagai pelindung hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Apalagi saat ini, masyarakat terlalu menyerahkan tanggung jawab permasalahan sampah kepada pemerintah/ pemerintah daerah, padahal masalah sampah merupakan masalah bersama. Masyarakat merupakan produsen sampah, oleh sebab itu masyarakat memiliki kewajiban untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah. Dampak komulatifnya yakni, belum terwujudnya pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan .

Belum terwujudnya pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan seperti tersebut umumnya terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Apabila keadaan ini tidak diatisipasi maka sudah barang tentu hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat akan sulit untuk diwujudkan. Pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan merupakan perwujudan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pemerintah dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mewujudkannya. Tetapi melihat berbagai permasalahan tersebut diatas, maka tanpa bantuan dari masyarakat dan dunia usaha tentunya hal tersebut sulit untuk diwujudkan pemerintah. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan di Indonesia tentunya hanya hanya dapat diwujudkan apabila ada kemauan bagi seluruh masyarakat termasuk pemerintah, perseorangan, dan kalangan dunia.

Leave a comment »

Kinerja Pemerintah

Robohnya Kepercayaan Publik (Senin, 12 April 2010)
“… faktanya, negeri ini tak tergolong sebagai negara yang bisa menghidupi rakyatnya sendiri. Hutang negara lebih dari 1.500 triliun rupiah, dengan angka penduduk miskin sekian juta jiwa. Ditambah angka balita kurang gizi yang masih tinggi, dan lebih dari dua juta anak putus sekolah. Kemudian 170 ribu mahasiswa terancam dropout, 2,5 juta buruh di PHK, 490 ribu usaha kecil bangkrut, 16 juta pengangguran baru (Riswanda: 2005). Hasil ekspor kita semakin minim, kecuali setiap tahun ribuan anak bangsa yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja sebagai TKI. (Agar macan Asia mengaum lagi, Drs Jayanto Arus Adi MM Redaktur Senior Koran Sore Wawasan, Sekretaris PWI Jateng)”

Leave a comment »

seven summit’s

Puncak Carstensz Pyramid atau Ndugu-Ndugu (4.884 meter di atas permukaan laut, Indonesia), Kilimanjaro (5.895 mdpl di Tanzania, Afrika), Elbrus (5.642 mdpl di Rusia), Vinson Massif (4.897 mdpl di Antartika), Mckinley (6.194 mdpl di Alaska, AS), Aconcagua (6.962 mdpl di Argentina), dan Everest (8.848 mdpl di Nepal/China).

Leave a comment »

England vs Jerman refeere shot dead! (Wasit Jerman VS Inggris Tewas Tertembak !!!!)

Bloemfontein – Wasit Jorge Larrionda dari urugay yang memimpin pertandingan inggris vs jerman dalam lanjutan laga Piala Dunia 2010 malam tadi menemui ajalnya, tidak lama berselang setelah selesai memimpin pertandingan antara inggris vs jerman,Wasit Jorge Larrionda tewas tertembak tepat dikepala oleh orang yg tidak di kenal, yang di duga seorang penembak jitu.

Beberapa saksi mengatakan bahwa kejadian itu begitu cepat terjadi tiba tiba saja terdengar suara tembakan dua kali berturut – turut yang di duga berasal dari salah satu kamar hotel yang tidak jauh dari Mangaung/Bloemfontein – Free State Stadium, tempat dimana pertandingan Jerman VS inggris di adakan semalam.

sementara Saat ini kepolisian setempat sedang menyelidiki keterkaitannya dimana saat itu Wasit Jorge Larrionda menganulir sebuah gol Frank Lampard ke gawang Jerman tidak disahkan dari Tim Inggris.

Sampai berita ini di turunkan, Pelaku penembakan belum di ketahaui dan di pastikan nggak bakalan di ketahuai, karena gw keburu bangun dari tidur gw, setelah semalam kecewa dengan hasil Jerman VS Inggris dan keputusan wasit….

dikutip dari : http://www.unic77.tk: Wasit Jerman VS Inggris Tewas Tertembak !!!!

Leave a comment »

Buat SIM dan STNK

Harga pembuatan SIM A, B1, BII tarif lama Rp75.000 menjadi Rp120.000. Perpanjangan SIM A, BI, BII dulu Rp60.000 sekarang Rp80.000. Tarif SIM C dulu Rp75.000 sekarang Rp100.000. Perpanjangan SIM C dulu Rp60.000 sekarang Rp75.000.

Leave a comment »

Indikasi Korupsiiii

AKARTA–MI: Pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 1,2 triliun setiap tahun hingga 2014 untuk korban luapan lumpur Lapindo.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo. “Setiap tahun kita sudah meyediakan dana sekitar Rp1,2 triliun untuk Lapindo melalui BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo),” ujar dia saat konferensi pers mengenai RKP 2011, Rabu (23/6).

Leave a comment »

Pengalihan Isu?

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia Rudi Satrio mengatakan Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari tidak bisa dikenai pasal jeratan hukum. “Tidak bisa dijerat dengan pasal apapun karena mereka tidak ada niat untuk mempublikasikan itu,” kata Rudi saat dihubungi melalui telepon, Selasa (22/6).

Rudi menambahkan, satu-satunya cara agar ketika artis tersebut dijerat hukum apabila salah seorang korban mengadukannya pada polisi. “Dalam hal ini, yang bisa mengadukan adalah suami atau istri dari salah satunya, yaitu suami Cut Tari.”

Jika suami Cut Tari dalam posisi sebagai korban mengadukan, maka Ariel bisa dikenai pasal 284 KUHP tentang perzinahan.

Namun polisi tetap akan menjerat ketiga artis tersebut dengan Pasal 4 Juncto 29 UU Pornografi, Pasal 27 UU ITE dan Pasal 282 KUHP. Menanggapi itu, Rudi mengatakan tidak ada celah pasal yang bisa menjerat mereka. “Mungkin polisi punya bukti yang menunjukkan mereka punya niat untuk mempublikasikannya,” ujar Rudi.

Farhat-OC kaligis-ariel,luna cs.
konspirasi..konspirasi…sandiwara……,sama siapa???

Leave a comment »